Saya kira kita bersahabat selamanya, ternyata...
Memasuki usia 25 tahun ke atas kata orang sih masuk dalam quarter life of crisis. Saya kira ada benarnya. Baru saja saya memasuki kehidupan baru sebagai seorang istri, ternyata saya juga mengalami pergolakan dalam relasi kehidupan saya dengan beberapa orang yang saya anggap dekat. Orang-orang yang saya kira kenal baik ya ternyata berkata buruk tentang saya. Meski ini biasa juga dari jaman sekolah tapi akan terasa beda jika yang mengatakan tersebut orang yang saya anggap sangat dekat. Wah benar-benar sungguh menyedihkan dan membuat amarah saya memuncak. Betapa teganya dia! Pikir saya. Langsung saja saya memutuskan untuk tidak berkontak dan membantah semua ungkapan dia itu. Saya pikir si kasus 1 itu (biar aman gak pakai inisial) cuma dia saja yang begittu sifatnya. Mana dramatis banget lagi, ugh menjijikkan sekali rasanya mengalami hal itu. Lama kelamaan si Kasus 2 juga mirip sama pacarnya tersebut 😌. Ya awalnya saya denial, mana mungkin si kasus 2 begitu. Tapi setelah 1 tahun lebih berjalan ya saya mengerti. Kalau kamu gabisa berdiri sendiri alias tidak punya pendirian ya susah juga. Let it go lah kata saya. Hidup mereka ini, bahagia ditanggung mereka. Asal nanti susah aja gak kepikiran saya. Melalui pengalaman ini membuktikan kita tidak bisa mengagung-agungkan relasi dengan siapapun. Mungkin ini pukulan buat saya dan penyelamatan diri saya oleh Yang Maha Kuasa. Hubungan darah saja bisa tidak akur, bagaimana hanya cuma berteman istilahnya?
Komentar
Posting Komentar