Refleksi relasi memasuki masa dewasa muda
Tak terasa sudah lebih dari 20 tahun saya hidup di dunia ini. Suatu syukur yang luar biasa bisa menjalani hidup hingga saat ini. Usia 20an awal adalah masa awal dewasa muda seperti kata teori perkembangan. Pada masa ini perlahan tanggung jawab semakin banyak menjadi suatu hal yang memang mesti dilakukan (suka dan tidak suka terhadap hal tersebut).
Relasi menjadi salah satu bumbu penting yang menghiasi dan mewarnai hidup kita seperti layaknya pada tahap umur lainnya. Saya menyadari ada makna dibalik beberapa relasi yang telah terjalin selama ini. Namun disini khususnya, saya mengalami beberapa hal dan kenyataan yang memang berbeda, tidak seperti pada saya remaja. Ketika masuk ke masa SMP, organisasi semakin diperkenalkan dan kita bertanggung jawab terhadap organisasi yang kita masuki. Kemudian berlanjut ke masa SMA, kerjasama dan tanggung jawab semakin banyak, serta harus berani menetapkan pilihan untuk tahu masuk fakultas mana yang diidamkan. Relasi pun semakin beragam, bagaimana semakin melatih untuk menjadi manager diri sendiri alias mandiri terhadap kewajiban kita. Memasuki perguruan tinggi, beragam organisasi dan minat ditawarkan. Tanggung jawab akademis pun semakin sulit tingkatannya. Tergantung bagaimana kita mengatur dan membawa diri kita memilah dan memilih apa yang kita yakini, inginkan, ataupun satu lagi yaitu tanggung jawab kita. Pada tahap ini relasi semakin banyak dan beragam, apabila kita sadari pada saat perguruan tinggi terdapat banyak jenis orang yang berbeda entah suku, agama, ras, dan golongannya. Kita juga dilatih untuk menjadi lebih profesional dalam hal meningkatkan skill, entah soft skill atau hard skill. Pemikiran kita juga semakin terbuka dan kita semakin tahu apa yang semakin kita idealkan ada, inginkan, atau diwujudkan.
Kita juga semakin dapat membedakan mana artinya teman, sahabat, saudara bahkan orang yang tidak cocok dengan kita sekalipun. Interaksi dengan orang yang kita golongkan tersebut juga menjadi patokan kita untuk mencari kepuasan diri ataupun orang yang bisa kita anggap lebih untuk mencari pujaan hati.
Relasi mendalam dengan orang yang kita anggap lebih untuk jadi pujaan hati dan ia pun menganggap kita sebaliknyan perlahan-lahan apabila kita sering bertukar pikiran akan mengubah cara pandang kita bahkan perilaku serta beberapa aspek kepribadian kita. Hal ini tergantung bagaimana kita memaknai relasi kita dengan orang yang disebut dengan pacar tersebut. Ego, prinsip, impian, dan tujuan pun mungkin terlihat semakin jelas atau mungkin masih dalam proses pembelajaran untuk peningkatan diri yang lebih baik. Tetapi semua hal ini adalah tentunya idealnya pemikiran saya, entah saya sadari atau tidak membentuk diri saya :)
Relasi menjadi salah satu bumbu penting yang menghiasi dan mewarnai hidup kita seperti layaknya pada tahap umur lainnya. Saya menyadari ada makna dibalik beberapa relasi yang telah terjalin selama ini. Namun disini khususnya, saya mengalami beberapa hal dan kenyataan yang memang berbeda, tidak seperti pada saya remaja. Ketika masuk ke masa SMP, organisasi semakin diperkenalkan dan kita bertanggung jawab terhadap organisasi yang kita masuki. Kemudian berlanjut ke masa SMA, kerjasama dan tanggung jawab semakin banyak, serta harus berani menetapkan pilihan untuk tahu masuk fakultas mana yang diidamkan. Relasi pun semakin beragam, bagaimana semakin melatih untuk menjadi manager diri sendiri alias mandiri terhadap kewajiban kita. Memasuki perguruan tinggi, beragam organisasi dan minat ditawarkan. Tanggung jawab akademis pun semakin sulit tingkatannya. Tergantung bagaimana kita mengatur dan membawa diri kita memilah dan memilih apa yang kita yakini, inginkan, ataupun satu lagi yaitu tanggung jawab kita. Pada tahap ini relasi semakin banyak dan beragam, apabila kita sadari pada saat perguruan tinggi terdapat banyak jenis orang yang berbeda entah suku, agama, ras, dan golongannya. Kita juga dilatih untuk menjadi lebih profesional dalam hal meningkatkan skill, entah soft skill atau hard skill. Pemikiran kita juga semakin terbuka dan kita semakin tahu apa yang semakin kita idealkan ada, inginkan, atau diwujudkan.
Kita juga semakin dapat membedakan mana artinya teman, sahabat, saudara bahkan orang yang tidak cocok dengan kita sekalipun. Interaksi dengan orang yang kita golongkan tersebut juga menjadi patokan kita untuk mencari kepuasan diri ataupun orang yang bisa kita anggap lebih untuk mencari pujaan hati.
Relasi mendalam dengan orang yang kita anggap lebih untuk jadi pujaan hati dan ia pun menganggap kita sebaliknyan perlahan-lahan apabila kita sering bertukar pikiran akan mengubah cara pandang kita bahkan perilaku serta beberapa aspek kepribadian kita. Hal ini tergantung bagaimana kita memaknai relasi kita dengan orang yang disebut dengan pacar tersebut. Ego, prinsip, impian, dan tujuan pun mungkin terlihat semakin jelas atau mungkin masih dalam proses pembelajaran untuk peningkatan diri yang lebih baik. Tetapi semua hal ini adalah tentunya idealnya pemikiran saya, entah saya sadari atau tidak membentuk diri saya :)
Komentar
Posting Komentar